Selasa, 14 September 2010

Mangasa Thoughts: PROSES PENGOLAHAN KARET CRUMB RUBBER, Bag 1

Mangasa Thoughts: PROSES PENGOLAHAN KARET CRUMB RUBBER, Bag 1: "Dalam tulisan kali ini saya akan mencoba berbagi pengetahuan tentang proses pengolahan karet Crumb Rubber. Seperti postingan saya sebelumnya..."

Selasa, 07 September 2010

PROSES PENGOLAHAN KARET CRUMB RUBBER, Bag 1

Dalam tulisan kali ini saya akan mencoba berbagi pengetahuan tentang proses pengolahan karet Crumb Rubber. Seperti postingan saya sebelumnya (klik disini) bahwa saya akan lebih banyak membahas tentang pekerjaan saya yang baru (seorang buruh pabrik) maka kesempatan kali ini menjadi kesempatan pertama saya untuk memulainya. Proses pengolahan karet Crumb Rubber ini akan saya buat menjadi tulisan bersambung (kayak sinetron ya…) yang menjelaskan proses pengolahan karet Crumb Rubber secara berurutan. Saya akan mulai dari pengenalan tentang tanaman karet, selanjutnya pengenalan bahan baku pabrik Crumb Rubber, lalu proses pengolahan, dan diakhiri proses pengepakan dan pengiriman produk.

Seluruh isi tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman yang saya terima selama saya bekerja, juga berasal dan kutipan berbagai sumber (artikel-artikel internet atau buku-buku literatur). Saya akan mengunakan cara penyampaian seorang praktisi dan tidak sedang berusaha memberi anda kuliah (saya bukan dosen lho). Harapan saya tulisan ini berguna bagi anda yang terlibat dalam proses pengolahan karet Crumb Rubber, mahasiswa, pengusaha, serta masyarakat umum. Cukuplah dengan pembukaannya (saya khawatir anda mulai bosan), langsung saja kita ke pembahasan.


Sekilas tentang tanaman karet

Tanaman karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea braziliensis. Tanaman karet mula-mula ditemukan di lembah-lembah sungai Amazone (Brazil). Ketika Christophel Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1476, dia tercengang melihat penduduk setempat (suku Indian) bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang dapat memantul bila dijatuhkan ke tanah. Bola tersebut terbuat dari campuran akar, kayu, rumput, dan bahan (lateks) yang kemudian dipanaskan diatas api dan dibulatkan menjadi bola. Jauh sebelum tanaman karet ini populer, penduduk asli diberbagai tempat seperti Amerika Serikat, Asia dan Afrika Selatan menggunakan pohon lain yang juga menghasilkan getah. Getah ini dihasilkan dari tanaman Castillaelastica (family moraceae). Tanaman tersebut tidak dimanfaatkan lagi karena kalah tenar dibandingkan tanaman karet. Di Indonesia sendiri tanaman karet dicoba dibudidayakan pada tahun 1876 di ditanam pertama kali di Kebun Raya Bogor.
Gambar: Pohon Tanaman Karet

Tanaman karet dapat tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa bisa mencapai 15 - 25 meter. Batangnya biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan diatas. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai anak daun utama 3 - 20 cm. Panjang tangkai anak daun 3 - 10 cm dan pada ujungnya terdapat kelenjar. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul. Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jumlah biji biasanya ada 3 - 6 buah sesuai dengan jumlah ruang. Ukuran biji besar dan memiliki kulit yang keras. Warnanya coklat kehitaman dengan bercak-bercak berpola yang khas. Tanaman karet adalah tanaman dengan sifat dikotil sehingga akar tanaman ini merupakan akar tunggang (masih ingat pelajaran IPA waktu SD kan?). Akar ini mampu menopang batang tanaman yang tumbuh tinggi dan besar.

Secara lengkap, struktur botani tanaman karet tersusun sebagi berikut

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub Divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Euphorbiales
  • Famili : Euphobiaceae
  • Genus : Hevea
  • Spesies : Hevea braziliensis
    Tanaman karet memiliki sifat gugur daun sebagai respon terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (kekurangan air/kemarau). Daun ini akan tumbuh kembali pada awal musim hujan.

    Budidaya tanaman karet memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut:
    • Tinggi tempat 0 - 200 meter diatas permukaan laut
    • Curah hujan 1.500 - 3.000 mm/tahun
    • Bulan kering kurang dari 3 bulan
    • Kecepatan angin maksimum kurang atau sama dengan 30 km/jam
    • Kemiringan tanah kurang dari 10%
    • Tekstur tanah terdiri dari lempung berpasir dan liat berpasir
    • Batuan di permukaan maupun di dalam tanah maksimum 15%
    • pH tanah berkisar 4,3 - 5,0 (kondisi asam ya…)
    • Drainase tanah sedang
    Tanaman karet memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan komoditas lainnya, yaitu:

    • Dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan, serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun tanah tidak subur
    • Mampu membentuk ekologi hutan, yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah, sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis.
    • Dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakan. Prospek harganya juga cukup baik walaupun sering berfluktuasi/tidak stabil.
    Gambar: Lateks dari Tanaman Karet
    Tanaman karet ini apabila digores/disayat pada kulit batangnya akan mengeluarkan cairan pekat berwarna putih yang disebut lateks. Lateks ini akan kering dan menggumpal apabila dibiarkan lebih dari 2 jam. Pohon karet ini baru boleh dipanen (untuk diambil lateksnya) setelah berusia 5 tahun dan memiliki usia produktif 25 sampai 30 tahun. Lateks inilah yang selanjutnya akan diolah menjadi bentuk baru (produk barang jadi). Lateks yang masih dalam bentuk cairan menjadi bahan baku produk balon karet mainan, permen karet, sarung tangan karet, kondom dan lain-lain. Sedangkan lateks yang sudah kering (membeku, sering disebut kompo) menjadi bahan baku ban mobil, conveyor belt, karet pelindung pada bodi mobil, dan lain-lain.

    Itulah tadi pengenalan singkat tentang tanaman karet dari saya. Untuk tulisan selanjutnya silahkan ditunggu dipostingan saya berikutnya. Jika anda merasa masih ada yang perlu dipertanyakan? Saya persilahkan anda melakukannya di form komentar saya diakhir tulisan ini. Pertanyaan anda sebisa mungkin akan saya jawab (itu kalau saya mampu), dan kalaupun saya nantinya kesulitan menjawab pertanyaan anda maka saya mohon bantuan pembaca-pembaca lain yang lebih mengerti agar dapat menambahkan atau mengkoreksi jawaban saya. Sampai jumpa diepisode selanjutnya…

Kamis, 02 September 2010

POSTINGAN PERTAMAKU, an INTRODUCTION

Postingan pertama ini akan saya manfaatkan untuk memperkenalkan diri saya terlebih dahulu dan memberi sedikit penjelasan tentang latar belakang/tujuan blog ini saya buat.

Perkenalkan nama saya Mangasa Sianturi, lahir di Sibolga 19 Juni 1981. Saya seorang Sarjana Teknik Sipil lulusan salah satu universitas negeri di Sumatera Utara. Setelah lulus, selanjutnya saya bekerja diberbagai perusahaan yang berhubungan dengan bidang keilmuan saya yaitu dibidang konstruksi. Hingga akhir tahun 2009 saya harus meninggalkan dunia konstruksi karena saya diterima bekerja di salah satu BUMN perkebunan. Sejak itu dan hingga saat ini saya bekerja di sebuah Pabrik Pengolahan Karet milik BUMN perkebunan tersebut. Bidang pekerjaan yang sangat berbeda dengan latar belakang pendidikan memaksa saya untuk belajar kembali dari nol, namun lama kelamaan saya mulai merasa nyaman dan enjoy dengan posisi pekerjaan saya yang baru ini.

Selanjutnya saya akan menjelaskan apa yang menjadi tujuan saya membuat blog ini. Melalui blog ini saya sedang mencoba berbagi pengetahuan, ide, pengalaman, dan pemikiran saya kepada anda yang membaca. Saya sepaham dengan teori "siapa yang menabur dia yang akan menuai" yang menyebutkan bahwa dengan berbagi kepada orang lain akan memberi manfaat balik yang sama dan bahkan berlipat ganda terhadap diri kita sendiri. Dengan menulis apa yang ada dalam pikiran tentunya akan meningkatkan kemampuan saya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Komentar-komentar balik dari pembaca blog ini akan menjadi indikator apakah saya benar-benar berhasil mengkomunikasikan pemikiran saya kepada orang lain.

Tulisan saya nantinya akan banyak membahas permasalahan di seputar pekerjaan saya yang baru, yaitu diseputar manajemen pabrik terutama Pabrik Pengolahan Karet. Tapi saya juga tidak menutup kemungkinan akan menulis hal-hal tentang dunia konstruksi (bidang pekerjaan yang dulu saya geluti dan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya). Selain itu, saya juga mungkin akan menulis opini-opini tentang berbagai hal, bisa jadi tentang politik, ekonomi atau apapun yang sedang jadi pembicaraan hangat ditengah masyarakat. Kesimpulannya, saya sebenarnya tidak membatasi apa-apa saja yang harus saya tulis tapi saya akan lebih banyak fokus kepada bidang pekerjaan yang saya geluti sekarang (yang mulai saya cintai..he..he..he).

Sedari dulu saya sebenarnya sudah memendam keinginan besar untuk bisa berbagi pemikiran melalui tulisan. Saya kagum kepada orang-orang yang telah berhasil menuliskan pemikiran mereka dan membagikannya dengan orang lain. Tapi saya punya beberapa kendala, yang antara lain misalnya:
  • Saya belum pernah sekalipun membuat tulisan yang terpublikasi (paling skripsi atau makalah waktu masa kuliah-itupun bukan terpublikasi secara umum kan!). Saya menjadi ragu/tidak yakin kalau tulisan saya akan dapat dimengerti oleh orang lain. Minimnya pengalaman mungkin akan membuat tulisan saya terlihat kurang persiapan/kurang matang. Namun saya tetap harus memberanikan diri karena seribu langkah kedepan harus dimulai dengan 1 langkah pertama (setuju kan?)
  • Saya juga punya kesulitan merangkai kata-kata agar dapat menjadi kalimat yang bisa mewakili pesan yang saya ingin saya sampaikan. Saya khawatir pembaca malah kebingungan/tidak mengerti apa yang sedang saya coba sampaikan.
  • Masih bingung untuk menentukan media apa yang paling cocok sebagai wadah tempat saya menulis. Untuk mengirimkan tulisan ke majalah atau koran saya masih belum berani (takut tidak diterima/ditolak) dan tentunya saya harus membuat tulisan-tulisan dengan topik yang terbatas.
Tapi sekarang seluruh masalah tersebut rasanya terjawab sudah dengan adanya blog ini. Kelebihan blog adalah minim sekali aturan dan tata bahasa, bahkan sama sekali tidak ada aturan tata bahasa. Apa saja boleh kita tuliskan dan kita bisa melompat dari satu pendapat ke pendapat yang lain. Tentunya saya tidak akan seenak hati dalam menuliskan sesuatu. Harus dipikirkan jugalah apakah tulisan saya itu nantinya akan memberi manfaat buat orang lain atau malah jadi kontroversi dan membuat pertentangan atau menyinggung perasaan orang lain (semoga saja tidak ya…). Dan bagaimana dengan dengan kualitas? Hmm, kalau soal kualitas saya jadikan nomor sekian, yang penting adalah saya menikmati proses dalam menulis dan saya bisa mendapat kepuasan secara pribadi.

Dan sekarang hadirlah tulisan saya yang pertama dihadapan anda yang barangkali masih banyak terdapat kekurangan disana sini. Layout blog inipun rasanya perlu banyak perbaikan agar lebih nyaman dilihat. Saya masih bingung mau pilih layout seperti apa tapi nantinya mungkin anda akan melihat perubahan-perubahan tampilan dari blog ini.

Apakah anda juga memiliki kesulitan menulis seperti saya? Atau apakah anda juga ingin menulis blog seperti saya? Bagaimana pendapat anda yang sudah terbiasa menulis blog? Silahkan bagi komentar anda disini.